Apa yang ada dalam benak kita ketika mendengar kata “manja”? Ya! hampir 100% pasti menjawab sifat kekanak-kanakan.. Pertanyaan selanjutnya, apakah sifat manja tersebut hanya dimiliki anak-anak. Saya sendiri mengakui diri saya masih sangat manja. haha..
Namun dalam tulisan kali ini saya tidak akan menggubris tentang sifat manja yang saya miliki. Pagi ini di sekolah, saya mengikuti “Upacara Bendera”, yang konon kabarnya hanya di Indonesia dilaksanakan, dan saya bangga karenanya. Upacara bendera merupakan ajang pendidikan yang sangat baik bagi generasi muda. Generasi penerus bangsa, dimana tonggak masa depan bangsa ini (Indonesia) akan diberikan.
Tapi terbesit kekecewaan dalam batin saya mengenai upacara bendera pada hari ini, upacara yang sangat saya harapkan berlangsung hikmat menjadi kacau balau dikarenakan sikap “manja” para petugasnya. Ketidak disiplinan petugas dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga membuat peserta upacara-pun ikut-ikutan bermanja-manja ria, ngobrol sana sini, menimbulkan suara dengungan lebah yang mengusik telinga saya.. arrrrrrrrgggggghhh!!! geram sekali rasanya.. Dimana kedisiplinan itu.. what the hell..!! saya pun tak tahu dimana dia bersembunyi..
Sejenak saya merenung, saya teringat ketika dua pekan yang lalu, tepatnya pun pada hari senin, setelah upacara bendera. Saya ngobrol dengan rekan kerja saya, Mbak Asni Meutiara, guru bahasa Inggris yang cerdas dan tidak pernah pelit dengan ilmu. Topik diskusi kami kala itu adalah “apa yang salah di negeri ini” haha.. apakah Anda tertawa.. ya.. kami tertawa sejenak.. namun saya yakin hati kami teriris iris oleh pertanyaan tersebut.
Lalu apa sih sebenarnya yang salah di negeri kita tercinta ini, sehingga karenanya korupsi dan kroco-kroconya meraja lela, mirasantika dan teman-temannya pun merangsek bebas, dan masih banyak rentetan lain yang membuat daftar kelam negara ini semakin panjang?
Ya mungkin itu dikarenakan kita (*warga negara Indonesia) telah sangat *manja*
- kita manja dengan alam yang begitu indah, sehingga tanpa sadar memporak porandakan hutan kita sendiri dengan alasan, kayu di bukit sana masih banyak, gunung disana masih hijau.. kita pun mencemari sungai dan laut kita dengan alasan, alah sampah yang dibuang kan sedikit, nggak akan mengganggu ekosistem di perairannya yang luas kok. Dan begitu banyak alasan lainnya… menyebalkan..!!!
- kita manja dengan hasil laut yang tak kan habis, yang karenanya juga kita sering bertengkar dengan negara tetangga yang iri dengan perairan laut kita yang kaya raya, namun mirisnya pertengkaran itu tak terdengar penyelesaiannya.. mboh.. ga jelas…!!!
- kita manja dengan cuaca yang sangat bagus yang Allah berikan kepada kita, dikarenakan bumi kita yang indah ini berada di wilayah garis khatulistiwa, sehingga karenanya kita mengalami pergantian musim yang teratur. Karenanya kita manja. “Orang-orang Eropa dan Amerika, harus bekerja keras memikirkan cuaca yang ekstrim di wilayah mereka, mereka panen saat ini harus memikirkan enam bulan ke depan, ketika musim gugur melanda, ketika musim salju menyerang, karenanya mereka terbiasa berfikir kritis, tidak seperti bangsa kita, yang konon kabarnya tongkat kayu ditanam pun jadi tanaman (*singkong)”, ujar Uni Asni kala itu.. “miris”
- kita manja dengan begitu banyak tambang di dalam perut bumi kita ini, karenanya kita lalai memanfaatkannya guna kebaikan bangsa, kita memberikan otoritas pihak asing mengolah tambang-tambang tersebut.. dan kita hanya mendapatkan sisanya saja.. dan bumi kita pun kerontang.. seperti di tanah bangka yang gersang..
masihkah kita terus bermanja-manja..???
*dedicated to my self and other who love Indonesia..
sumber foto:
- http://missdhani.wordpress.com/2010/05/22/manja-itu-apa-tho/
- om google




