Let’s talk about ambition..

I do believe that every one have their own dream. And of course I do but times goes by and its hard for me to reach it. Although I can’t reach it I am happy ’cause it give me another change to become the one who help other to get their dreams. Yups.. this is my story.. story about life and ambition… hope you’ll like it ;)

Hehehe.. Jadi malu neh.. Kata orang kalo mo sukses itu upps katanya Pak Yo (Yohanes Surya, terkenal dengan teori Mestakung-nya Fisika) di tipi (kalo gak salah tuh di **** yah.. Upps lageeee ga boleh pake merk.. Haha :p) back to the theme.. If you wanna be success people (sebenernya Pak Yo ga bilang pake bahasa Inggris sih.. Tapi ga papa deh biar smangat hehehe.. :p) You have to have a big dream, big hope and work hard! Its looks like easy but.. Can I do that? Big question mark in my head now! Huh! I broke it by myself. I always have a big dream.. Once when I were on Junior High School.. I wanna be the famous girl in my school.. Not cause of my face yeah I now I am one of the ugliest girl in that school but I think I am clever enough in that school. But again.. Yeah I made a mistakes and now I am realize it. I broke my dream.. Cause I am not confident with myself.

Yaaa lagi-lagi karena kebanyakan temen-temen smp ku dari SD Muhammadiyah yang terkenal pintar-pintar.. Patahlah semangatku.. Apalagi dulu guru bahasa Inggrisku mengejek kamus yang ku gunakan “kamus calok” (karena harganya yang murah ga’ nyampe ceban) habis lah sudah. Tapi walau seperti itu ga apa, aku tetep cinta sama kamus itu walau sekarang ku tak tahu dimanakah ia berada sekarang.. Hiks.. Namun kuakui karena “kamus calok” itulah kurasa bahasa Inggrisku semakin hari semakin meningkat. Ga cukup sampai disitu.. Waktu kelas 3 aku ditanyain mo jadi apa, dengan lantang ku jawab, Dokter. Dan tanggapan yang sangat menyedihkan ku dapat.. Kamu pikir jadi dokter itu gampang? Perih hati ku…

Setamat smp aku sangat ingin masuk ke SMA unggul. Lagi nasib baik tidaklah menemaniku.. Sampai tahap akhir seleksi aku hentikan langkahku karena tak ada biaya.. Sekolah tersebut mewajibkan peserta didiknya menggunakan seragam unggul dan itu sangat memberatkan bagi mama (sosok yang sangat berharga dalam hidupku, suatu saat aku kan bercerita tentangnya). Aku pun tak berdaya kalau sudah bertemu masalah yang namanya uang. Apalah daya-ku. Ibarat lagu. Ya ALLAH gusti.. Malang nian nasibku.. Tapi skali lagi aku bersyukur, aku tetap dapat mengecap bangku SMA di salah satu sekolah yang tidak kalah unggul dari sekolah harapanku dulu..

Kelas satu kulalui sambil berjualan es nata de coco buatan mama. Eh ternyata banyak temanku yang membelinya. Hehe, ga taunya temanku satu bangku pun berencana jualan nasi bungkus, walhasil kita satu bangku saban hari setiap jam istirahat jualan nasi bungkus dan es nata de coco. Kalo inget aku suka senyum-senyum sendiri. Dan alhamdulillah aku pun masih tetap dapat berprestasi disana.

Masa pun berlanjut dan keinginanku menjadi seorang dokter tetap ku pupuk dan ku rawat sampai akhirnya di kelas 3 IPA 1 mendekati Ujian Akhir Nasional, apakah aku sanggup.. Hati kecilku mengatakan kenapa tidak kau coba, namun logika ku berkata lain, mau dapet duit dari mana Ta, kedokteran itu mahal? Ya Rabb.. Ingin ku berteriak… Sesak.

Akhirnya aku pun memilih langkahku. FKIP. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Ya dulu sewaktu SD aku pernah bercita-cita menjadi seorang guru. Tak apalah menjadi guru toh nanti aku kan meraih mimpi menjadi seorang dokter melalui anak-anak didikku. Dan aku pun kan sangat senang karenanya dengan begitu aku kan punya banyak amal, hatiku pun melambung karena senang.

Itulah aku dan cita serta anganku. Sekarang aku duduk manis disini di depan laptopku tercinta bersiap memberi materi perkuliahan Biologi Umum di Fakultas Keperawatan. Haha jadi ingat dengan seorang ibu yang dulu pernah satu angkot dengan ku menuju pusat perbelanjaan. “anak kuliah dimana?” ujarnya kala itu sambil tersenyum manis sekali, dari penampilannya aku pun tahu sang ibu tersebut bukan berasal dari kota-ku. “Di FKIP Bu”, jawabku. Dan ia pun menyeletuk “Oh itu ya nak, Fakultas Kedokteran Ilmu Keperawatan ya? Ibu pingin anak Ibu yang bontot ni kuliah disana nanti kalo udah gede”. Aku pun hanya dapat tersenyum.

Advertisement

About Elitha

a simple person who always learn to be grateful, patient and sincere in every steps of her life and hope to be a significant person..
This entry was posted in notes. Bookmark the permalink.

3 Responses to Let’s talk about ambition..

  1. Pingback: Taubat « ..:::Zaxsshack:::..

  2. Pingback: Asal Mula Orang Manado Dari Suku Minahasa « PESONA MANADO BLOG

  3. Pingback: Perkembangan Individu « SD Terpadu Al Badr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s